BOYOLALI – Suasana kompetisi mewarnai Pondok Pesantren Al-Madinah, Nogosari, Boyolali, saat babak penyisihan Musabaqoh Ma’had 2025 digelar pada Jumat (14/11). Kegiatan ini menjadi ajang seleksi bagi para santri sebelum melaju ke babak utama yang dijadwalkan berlangsung pada 18–20 November 2025 mendatang.
Dalam gelaran tahun ini, antusiasme santri terlihat dari partisipasi lintas angkatan dalam delapan cabang perlombaan. Kanjeng Raditya Pratama, santri kelas 10.3, menjadi salah satu sorotan karena keberaniannya mengikuti tiga kategori hafalan sekaligus, yakni Hifdzul Qur’an 10 Juz, 5 Juz, dan Hifdzul Hadits Arbain. Langkah ini mencerminkan semangat penguasaan disiplin ilmu yang multipel di kalangan santri.
Selain kompetisi individu, dinamika kolaborasi terlihat pada cabang Cerdas Cermat.
Tim “Mekah” menampilkan komposisi unik dengan menggabungkan Athif Muhammad Salim (kelas 12), Abdurrazaq Afifi (kelas 9), dan Fauzan Al Izzi (kelas 7) dalam satu regu. Format ini diterapkan pesantren untuk menghapus sekat senioritas dan membangun transfer ilmu antar-tingkatan.

Musabaqoh Ma’had kali ini mempertandingkan kategori Hifdzul Qur’an (3, 5, dan 10 Juz), Hifdzul Hadits, Pidato Bahasa Arab, dan Bahasa Indonesia, Bedah Kitab (Qiro’atul Kitab), serta Cerdas Cermat.
Pihak pesantren menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar perebutan hadiah total lima juta rupiah, melainkan implementasi nyata dari motto Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).
Para peserta yang lolos penyisihan akan kembali bersaing ketat pada babak final tiga hari mendatang untuk menentukan yang terbaik di setiap kategori.








