Podcast Alumni Roastery bersama Ustadz Yudho dan Brilliant Dwi membahas perjalanan Finger Coffee di Pesantren Al Madinah Boyolali.

Dari Cedera hingga Cangkir Inspirasi: Perjalanan Brilian Finger Coffee Bangkitkan Semangat Wirausaha Santri

Mesin kopi di Emprs Coffee yang menampilkan produk Finger Coffee Roastery
Kredit foto: Mesin kopi di Emprs Coffee menampilkan produk Finger Coffee Roastery – sumber: @emprs.coffee (Instagram)

Kisah inspiratif datang dari seorang alumni Pesantren Al Madinah, Brilliant Dwi, pendiri Finger Coffee Roastery. Melalui podcast berdurasi lebih dari satu jam bersama Ustadz Yudho, ia membagikan perjalanan hidupnya dari masa cedera di bangku kuliah hingga membangun bisnis kopi yang kini dikenal di berbagai kalangan. Cerita ini menegaskan bahwa nilai-nilai pesantren dapat menjadi fondasi kuat dalam dunia wirausaha modern.

Awal mula perjalanan Brilliant dimulai dari sebuah musibah kecil. Saat masih menempuh pendidikan di LIPIA, ia mengalami patah kaki karena bermain futsal. Cedera itu membuatnya terhenti dari rutinitas belajar dan olahraga, hingga akhirnya menemukan dunia baru yang penuh aroma kopi. Dari sekadar penikmat, ia berubah menjadi pelaku, belajar secara otodidak tentang kopi, lalu memperdalam pengetahuan melalui pelatihan barista profesional di Yogyakarta.


Bermodalkan ilmu dan semangat baru, Brilliant mulai menjual kopi susu gula aren di lingkungan kampus. Produk sederhana itu justru laris, terjual hingga puluhan botol per hari. Keberhasilan kecil itu menjadi titik awal lahirnya Finger Coffee. Ketika pandemi memaksanya pulang ke kampung halaman di Tegal, ia membawa ide besar untuk mengembangkan usaha kopi lokal.


Makna di Balik Nama Finger Coffee


Nama “Finger Coffee” dipilih bukan tanpa makna. Ia terinspirasi dari konsep sidik jari (fingerprint) yang menggambarkan keunikan dan identitas. Filosofi itu diwujudkan dalam tiga nilai utama: keaslian rasa kopi (identitas), kejujuran dalam berbisnis (trust), dan keterlacakan sumber bahan baku (traceability). “Finger Coffee itu artinya nge-track: benar enggak nih kopi Gayo beneran dari Gayo,” ujarnya dalam podcast.

Melalui riset pasar yang sistematis, ia menemukan permasalahan umum yang dihadapi pemilik kedai kopi di daerahnya, seperti stok tidak stabil, harga yang fluktuatif, dan pengiriman lambat dari pemasok luar kota. Dari temuan itu, Finger Coffee hadir sebagai solusi dengan konsep bisnis B2B: menjadi pemasok lokal yang cepat, stabil, dan terpercaya. “Kami ingin jadi mitra strategis, bukan sekadar pemasok,” ungkapnya.

https://www.instagram.com/fingercoffee.roastery

Ujian Keteguhan di Tengah Krisis dan Pengkhianatan

Namun perjalanan tidak selalu mulus. Brilliant sempat menghadapi krisis besar saat karyawan kepercayaannya melakukan penyelewengan keuangan. Ia menyikapi hal itu dengan cara tabayyun (klarifikasi) dan menawarkan penyelesaian baik-baik, meski akhirnya karyawan tersebut keluar dan mendirikan usaha serupa.
Di tengah kesulitan finansial, kejujuran Brilliant justru membuahkan kepercayaan dari pemasok utama yang memberinya kelonggaran pembayaran. “Kepercayaan yang dibangun dengan jujur itu modal paling berharga,” katanya.

Dari pengalaman pahit itu, Brilliant menerapkan prinsip rekrutmen berbasis nilai “Qawiyyun Amin” -kuat dan dapat dipercaya- sebagaimana dicontohkan dalam Al-Qur’an.
Ia menegaskan bahwa kompetensi bisa dilatih, tetapi amanah tidak bisa dipaksakan.
Nilai-nilai pesantren yang ia pegang teguh menjadi panduan dalam memimpin dan membangun budaya kerja Islami di perusahaannya.

Kini Finger Coffee tidak sekadar menjual kopi. Brilliant menjadikannya sebagai wadah pemberdayaan.
Melalui program “Growing People”, ia melatih para santri dan pemuda untuk memahami bisnis kopi, manajemen usaha, serta etika kerja islami.
Visi besarnya adalah melahirkan barista berakhlak—profesional dalam keterampilan, unggul dalam karakter.

Ketekunan dan nilai-nilai dakwah yang ia bawa dalam bisnis membuahkan hasil.
Finger Coffee meraih penghargaan sebagai JUARA 1 Wirausaha Muda tingkat Kota Tegal. Pengakuan itu menjadi bukti bahwa bisnis berbasis integritas dan nilai keislaman mampu bersaing sekaligus memberi manfaat sosial.

Podcast tersebut menjadi refleksi nyata bahwa perjalanan hidup tidak selalu lurus.
Dari cedera hingga kejayaan, Brilliant membuktikan bahwa takdir bisa berubah menjadi takwa, dan secangkir kopi bisa menjadi jalan dakwah yang penuh makna.

Kunjungi juga laman profil kami di Instagram :
https://www.instagram.com/almadinah.nogosari/